SAMARINDA: Dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang jatuh pada 17 Mei, Tropicana Slim mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dalam mencegah, melakukan deteksi dini dan mengendalikan hipertensi melalui kampanye Beat Hypertension 2024.
Brand Manager Tropicana Slim Noviana Halim mengungkapkan, edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan pencegahan hipertensi sedini mungkin perlu terus digalakkan sebab tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengontrol jumlah asupan garam harian dan melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin masih rendah.
“Sebagai brand yang telah menemani dan menginspirasi keluarga Indonesia selama 50 tahun melalui serangkaian produk sehat dan bercita rasa tinggi, kegiatan Beat Hypertension merupakan wujud komitmen kami dalam mengampanyekan gaya hidup sehat lawan hipertensi, bersama berbagai mitra strategis yang menargetkan 10.000 peserta di 42 titik seluruh Indonesia,” kata Noviana di Samarinda, Kaltim, Jumat (17/5/2024).
Saat ini, fakta menunjukkan bahwa hipertensi tidak lagi penyakit yang hanya diderita oleh orang tua, namun juga dapat menyerang kalangan usia muda.
Di Indonesia sendiri, terdapat 20 persen orang berusia 25-34 tahun dan lebih dari 30 persen orang yang berusia 35-44 tahun yang mengalami hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah.
Ia menjelaskan, hipertensi umum dikenal sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena penyakit ini seringkali timbul tanpa adanya gejala yang dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ lainnya.
Selain itu, hipertensi juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal bahkan menyebabkan kematian dan membutuhkan pembiayaan kesehatan yang sangat besar dan bahkan menyebabkan kematian.
Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia Eka Harmeiwaty menerangkan, berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah, satu di antara tiga orang Indonesia menderita hipertensi dan ironisnya masih banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya hipertensi karena hanya sekitar satu dari delapan orang dewasa Indonesia yang rutin mengukur tekanan darah.
“Padahal, jika cepat terdeteksi dan ditangani, penderita hipertensi dapat mengurangi risiko berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal dan kerusakan organ lainnya,” tuturnya.
Ia menyebut, ada faktor penyebab hipertensi yaitu faktor bawaan dan faktor gaya hidup. Untuk faktor bawaan, seperti usia dan keturunan sehingga sulit untuk dikendalikan. Sementara gaya hidup adalah faktor yang masih bisa dikelola untuk menurunkan risiko terkena hipertensi.
Eka menegaskan, pola hidup tidak sehat yang seharusnya mampu untuk dikendalikan berperan besar dalam memengaruhi risiko hipertensi mulai dari konsumsi garam berlebih, obesitas, hingga kurang aktivitas fisik.
“Terkait pola makan tinggi garam, faktanya asupan garam rata-rata masyarakat dunia diperkirakan 10,8 gram per hari, dua kali lipat lebih banyak dari rekomendasi WHO yaitu maksimal 5 gram garam per hari (setara satu sendok teh per hari). Konsumsi garam berlebih ini dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko hipertensi,” terangnya.
Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat memerhatikan label makanan dan memasak sendiri di rumah sebagai salah satu alternatif untuk mendukung pola makan yang lebih sehat.
Namun, juga harus waspada dengan garam tersembunyi pada kondimen yang kerap ditambahkan pada makanan (saus, kecap, dan bumbu).
“Sebagai alternatif, produk kondimen lebih rendah garam Tropicana Slim seperti kecap manis, kecap asin, kaldu jamur, saus tiram dan berbagai produk lebih rendah garam lainnya yang kami miliki dapat bermanfaat membantu masyarakat Indonesia mengontrol asupan garam harian tanpa perlu mengorbankan rasa masakan,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak lupa memeriksa tekanan darah sebagai deteksi dini hipertensi. Bagi masyarakat yang berusia di bawah 40 tahun disarankan melakukan cek tekanan darah setiap 3-5 tahun sekali. Sementara itu, bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun namun memiliki faktor risiko misal obesitas, dianjurkan untuk mengecek setiap tahun.
“Setelah berusia di atas 40 tahun, pengecekkan tekanan darah lebih rutin sangat disarankan, apalagi jika memiliki masalah kesehatan kronis,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaan program ini, Tropicana Slim turut menggandeng InaSH (Indonesia Society of Hypertension), OMRON dan Shopee.
Adapun rangkaian program Beat Hypertension 2024 meliputi talkshow dengan dokter, pengecekan tekanan darah massal bersama OMRON sebagai upaya deteksi dini hipertensi, food 1 American Heart Association 2 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 3 Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018 tasting menu sehat rendah garam, hingga memberikan tips cerdas cegah hipertensi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk video “10 Smart Tips to Beat Hypertension” yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui https://bit.ly/Video10TipsBeatHypertension.(*)

