SAMARINDA : Brigjen TNI (Mar) Guslin menyebut dari 38 Provinsi yang ada di Indonesia, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu daerah yang rawan gangguan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“Sesuai dengan surat perintah dari Menko Polkam, kita membentuk 14 tim untuk disebar ke seluruh wilayah Nusantara dalam rangka pemantauan pilkada,” kata Guslin.
Hal itu ia katakan pada Rapat Koordinasi Dalam Rangka Pemantauan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Ruang Kersik Luway, Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda, Jumat (22/11/2024).
Ia menjelaskan, pertimbangan wilayah pemantauan diantaranya Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Bawaslu. Kemudian Indeks Potensi Kerawanan Pilkada (IPKP) Polri dab pemetaan TNI.
Sejauh pantauannya, ia mengungkapkan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 di Benua Etam bisa dikatakan sudah sangat siap.
“Saya kira sejauh ini tidak ada masalah krusial yang mengganggu atau menghambat, baik KPUD-nya maupun jajaran di bawahnya. Teman-teman aparat keamanan juga sangat siap dalam rangka penyelenggaraan,” ungkapnya.
Ketua Tim Pemantauan Pilkada Serentak 2024 di Kaltim menjelaskan, waktu pelaksanaan pemantauan ini dimulai sejak 20 November dan akan berakhir pada 29 November 2024. Selama kurun waktu tersebut, pihaknya tak sekadar datang melihat kesiapan.
“Tetapi juga menyampaikan pesan dari pimpinan untuk menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, profesional dan menerapkan luber jurdil pada pencoblosan. Terutama bagi ASN, TNI-Polri menjaga netralitas termasuk Pemda karena itu hal penting sekali bagi legitimasi pemilu,” pesannya.
Terkait anggaran, ia mengaku berdasarkan pemantauan pihaknya tidak ada persoalan. Semua terselesaikan dengan baik, termasuk NPHD.
“Luar biasa Kaltim cepat, sementara di beberapa tempat ada yang belum 100 persen,” pujinya.
Sebagai informasi, untuk pertama kalinya Pilkada Serentak dilaksanakan di 545 daerah di Indonesia yakni 37 provinsi, 415 kabupaten dan 93 kota.
Tampak hadir, Kabid Poldagri Badan Kesbangpol Kaltim Fatimah Waty, perwakilan Polresta Samarinda dan perwakilan Korem 091/ASN serta jajaran Tim Pemantau Pilkada Serentak 2024 di Kaltim.(*)

