

SAMARINDA : Membangun branding dalam memperkenalkan produk di sektor pertanian hendaknya dilakukan dalam upaya meningkatkan respon dan minat generasi muda untuk menjadi petani yang potensial dan profesional.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Abdul Rofik saat ditemui awak media di ruang kerjanya di Sekretariat DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (7/3/2023).
Abdul Rofik mengatakan sektor pertanian saat ini identik dengan petani tradisional, pekerjaan yang dekat dengan kata kotor, kumuh, miskin, sektor yang terpinggirkan serta dianggap tidak memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan.
“Karena itu pemerintah perlu membranding sektor pertanian. Bagaimana kemudian pertanian harus dikenalkan sebagai salah satu pekerjaan yang menjanjikan, pertanian modern serta sebagai sektor yang mendukung ketahanan pangan bangsa dan negara,” tutur politisi PKS tersebut.
Rofik sapaan akrabnya itu menerangkan peningkatan sektor pertanian mulai dari sumber daya manusia, teknologi dan rumpun ilmu pengetahuannya menjadi salah satu program yang patut dilaksanakan untuk brand awareness kepada generasi muda.
Pelatihan dan pembinaan terhadap anak muda agar menjadi petani milenial hendaknya masif dilakukan guna menumbuhkan kecintaan kaum muda terhadap sektor pertanian.
Terlebih lagi kata dia, regenerasi pertanian masih sangat minim dan masih didominasi oleh petani tradisional dari generasi orang tua.
“Cukup mudah untuk meyakinkan generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Kalau para petani ini benar-benar dibina kemudian dipahamkan bahwasanya petani ini memiliki prospek yang tinggi dan pasar yang jelas. Saya rasa tidak masalah,” harapanya.

