Samarinda – Dijuluki sebagai crazy rich Kota Samarinda karena sering membagikan uang ke sejumlah warga dengan ekonomi kelas menengah ke bawah, H Sasa bilang itu hal biasa dan tak haus akan pujian.
Bagi dia mendapat nama dan ridho dari Yang Maha Kuasa sajalah yang dirinya inginkan. Sebab segala harta benda dan kebahagiaan itu diyakininya berasal dari Tuhan yang diimaninya.
“Enggak gila pujian, julukan dari manusia itu biasa, saya hanya ingin mendapat nama dari Allah. Uang dan harta hanya titipan dari Allah,” kata H Sasa pada media ini, Selasa (19/10/2021).
Menurutnya, semua hanya titipan Tuhan di dunia, tak mungkin harta dibawa mati. Maka sia-sia sajalah jika memiliki harta, jika hanya menjadi pajangan.
“Kita mati hanya membawa kain kafan, harta tak lagi berfungsi. Semua adalah kebesaran Yang Maha Kuasa, dan saya bukan siapa-siapa,” ungkapnya merendah.
Terkait dengan materi yang ia bagikan kepada sejumlah orang terlantar, ia mengatakan semua itu hanyalah titipan Tuhan.
”Itu bukan merupakan uang pemerintah, sumbangan, bahkan bukan pula uang pribadi, melainkan titipan dari Sang Ilahi,” ucapnya.
Julukan yang ditujukan padanya lantas tidak menimbulkan riya dan pamer, sebab dia sendiri menilai tidak memiliki apa-apa. Bahkan H Sasa mengaku tidak punya mobil pribadi. Jikapun terlihat, itu hanya kepunyaan anggotanya.
“Saya tak punya mobil kok, bukan orang kaya, itu hanya titipan jadi enggak ada yang dibanggakan,” ujarnya.
Dalam benaknya selalu ditanamkan tidak akan pernah menolak siapapun yang ingin bersilaturahmi. Karena disetiap orang pasti ada rezeki baik materi atau motivasi.
Dirinya juga mengatakan, orang-orang yang pernah hadir mengunjunginya selalu ditulis ke dalam buku tamu, agar tidak pernah melupakan kunjungan warga kepadanya.
”Kalau sudah ada rezeki baru diberi, makanya ada buku tamu,” ungkap pemilik Yayasan Mansyur Tuah.
Kepada Narasi.co H Sasa berpesan agar terus menyayangi dan membahagiakan orang tua. Karena kunci sukses adalah berbakti kepada ayah dan ibu.
“Kalau bisa membahagiakan ayah dan ibu, saya jamin menjadi orang sukses. Jangan suka memerintah orang tua, sayangi dan cintai mereka,” pesannya.

