Paser – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mengatakan Kaltim memiliki berbagai macam kekayaan karunia Allah SWT, termasuk penghasil batu bara terbesar di Indonesia serta crude palm oil (CPO) atau minyak sawit.
“Itu luar biasa manfaatnya bagi bangsa dan negara kita,” ujar Isran di Gunung Embun Desa Luan Muara Samu, Jumat (15/10/2021).
Isran pun mengaku bangga dengan para pengusaha di Kaltim yang peduli dengan lingkungan sekitar.
Salah satu perusahaan yang dimaksud ialah PT Kideco Jaya Agung. Diketahui, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) itu turut membantu pembangunan akses jalan menuju Gunung Embun di Desa Luan Muara Samu.
Dilanjutkan Isran, negara bagian Eropa saat ini mengalami krisis listrik, sedangkan harga batu bara mencapai 280 dolar per metrik ton.
Artinya, disaat yang lain kesusahan, Kaltim justru menyuplai, sehingga negara mendapat manfaat nilai ekspor.
“Jadi kita dapat berkah. PT Kideco kipas-kipas,” canda Isran.
Tak hanya batu bara, ia menyebut harga minyak juga melonjak dan bumi Kaltim menjadi yang terbesar di Indonesia.
“Artinya kita diberikan karunia yang tidak ternilai. Tidak ada pilihan selain kita semua harus bersyukur kepada Allah SWT,” tegasnya.
Meskipun kaya akan sumber daya alam (SDA), Isran mengatakan 6,5 persen dari kurang lebih 4 juta penduduk di Kaltim masih tergolong miskin.
“Oleh sebab itu, kita harus peduli dan merasakan apa yang dirasakan sesama. Kebersamaan yang kita bangun,” tuturnya.
Ia juga bangga kepada masyarakat Kaltim karena menerima dengan baik terhadap pendatang dari mana saja, seperti Jawa, Sumatera, NTT, Sulawesi, Papua dan Maluku. Di sisi lain, Isran bersyukur karena pandemi sudah melandai dan Kabupaten Paser memasuki zona kuning.
“Tapi kelihatannya kalau di sekitar sini warna hijau, ada sawit ada rumput,” canda Isran lagi.

