JAKARTA : Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik kembali melakukan terobosan. Kali ini, Pemprov Kaltim bekerja sama dengan bidang pendidikan, tepatnya Universitas Bakrie.
Terobosan itu guna membuka peluang bagi anak-anak muda Kaltim untuk bekerja di sektor pertambangan batu bara seperti PT KPC di Kutai Timur.

“Mengapa dengan Universitas Bakrie? Karena universitas ini punya nuansa bisnis yang kuat. Mungkin ini yang pertama,” kata Akmal.
Hal itu ia katakan pada pelaksanaan MoU Signing Universitas Bakrie dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Diplomatic Room Bakrie Tower Lantai 40, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2024).
Ia menjelaskan, Kaltim harus memiliki strategi untuk kerja sama pendidikan dan kemitraan merupakan bagian dari strategi tersebut.
Maka dari itu, kemitraan yang dipilih kemudian adalah kerja sama dengan universitas yang sekaligus juga memiliki korporasi seperti Universitas Bakrie.
“Ini keyakinan saya, kita harus punya mitra. Jadi bukan kampus yang hanya mengajarkan norma-norma, tapi juga praktik nyata,” terangnya.
Universitas Bakrie merupakan perguruan tinggi yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Bakrie. Bakrie Group sendiri memiliki banyak usaha di Kaltim, salah satunya PT KPC di Kutai Timur.
“Kalau anak-anak Kaltim diberikan beasiswa di Universitas Bakrie, mereka bisa belajar. Ya minimal mereka bisa magang di KPC nanti,” harapnya.
Ia mengaku, saat ini hanya Bakrie Group yang memiliki universitas. Namun Pemprov akan menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang besar lainnya jika mereka juga membangun universitas.
“Yang punya think tank baru Bakrie. Kalau Bayan punya universitas, kita juga akan kerja sama dengan Bayan,” tuturnya.
Ia menegaskan, Kaltim juga perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) dan kawasan industri yang akan dikembangkan oleh PT Batuta Chemical Industrial Part (BCIP) yang berlokasi tak jauh dari KEK MBTK. Pola kerja sama semacam ini nantinya juga akan menjadi benchmarking untuk Papua, Riau dan lainnya.
Dirinya sangat berharap beasiswa yang diberikan Pemprov Kaltim berdampak langsung ke daerah ini. Ia tidak ingin mahasiswa yang sudah diberikan beasiswa bahkan hingga tuntas malah tidak berkontribusi kembali ke Kaltim.
Rektor Universitas Bakrie Sofia W Alisjahbana menyampaikan, kerja sama ini menjadi langkah besar strategis antara Pemprov dan Universitas Bakrie untuk mendukung pembangunan SDM Kaltim juga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Universitas Bakrie siap berkontribusi untuk mendukung potensi besar Kaltim. Ini investasi jangka panjang untuk pembangunan daerah,” serunya.
Usai menandatangani perjanjian kerja sama, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik didaulat menjadi Guest Lecture di depan para mahasiswa Universitas Bakrie.
Turut mendampingi Akmal Malik, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang Rachmad dan PIt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Irhamsyah.(*)

