Bontang – Menyongsong tahun bergengsi partai politik yakni tahun 2024, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Bontang mulai menyiapkan diri dengan melakukan penjaringan atau seleksi bakal calon legislatif (Caleg).
Penjaringan diambil dari tokoh-tokoh masyarakat, pengusaha, mantan ASN dan orang-orang yang memiliki potensi serta berpengaruh di lingkungan masyarakat.
Selanjutnya, DPD Golkar Bontang melangkah ke tahapan meranking dengan melihat dan menilai akan peluang setiap Caleg yang lolos pada pemilu 2024 nanti.
“Nanti kita ranking, baik dari karakternya yakni disukai masyarakat atau tidak, finansialnya dan beberapa hal lainnya. Setelah itu baru kita tetapkan maju sebagai Caleg,” kata Ketua DPD Golkar Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat ditemui, Selasa (23/11/2021).
Partai Golkar merupakan salah satu partai pemenang di setiap pemilu di Kota Bontang. Hal tersebut sudah menjadi tradisi di beberapa pemilu sebelumnya. Namun di tahun 2020 partai Golkar kalah dalam pemilihan wali kota.
“Tentu itu menjadi tantangan kita, bagaimana mempertahankan dan mengembalikan tradisi partai Golkar,” tutur Andi Faiz.
Selain jaring kader baru, untuk mempertahan tradisi menang, DPD Golkar Bontang membentuk kembali struktur pengurus ranting dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kota.
“Kepengurusan kita tata kembali, baik dari ranting kelurahan, kecamatan, bahkan kota, dengan harapan tradisi Golkar tidak bakal goyang,” tukasnya.
Ia menambahkan, pihaknya kembali targetkan Dapil Bontang Selatan dan Bontang Utara, masing-masing akan menduduki 3 kursi DPRD Kota Bontang dengan mengukur potensi-potensi jumlah suara tiap-tiap calon legislatif.

