Samarinda-Gubernur Kaltim Isran Noor kembali melontarkan pernyataan yang bisa jadi cukup aneh. Dia berkelakar, andai dirinya jadi Presiden Indonesia, maka ia akan langsung membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Israel adalah sebuah negara yang hingga saat ini masih dianggap sebagai penindas dan penjajah bangsa Palestina dalam pandangan sebagian besar muslim di Indonesia.
Isran menilai Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Namun sayangnya, Indonesia tidak punya pengaruh besar untuk membantu penyelesaian konflik negara-negara Islam di Timur Tengah, seperti yang terjadi di Palestina.
“Kita ini jumlahnya besar, tapi perannya kecil,” sindir Isran di Samarinda, Sabtu (15/10/2022).
Ia mengaku sangat prihatin karena bertahun-tahun warga Palestina terus diliputi kegelisahan, ketakutan, dan was-was saat akan beribadah. Berbanding terbalik dengan Indonesia. Namun sayangnya, Indonesia tak cukup punya kemampuan untuk membantu mereka.
“Kalau saya punya kekuasaan (jadi presiden), saya akan buka hubungan diplomatik penuh dengan Israel,” tegas Isran.
Suatu kebijakan yang belum satu Presiden Indonesia pun yang berani melakukannya. Lalu apa alasan Isran mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel jika ia jadi Presiden Indonesia?
“Sebab tidak bisa kita memaksakan kehendak kalau kita bermusuhan dengan mereka yang punya peran untuk melindungi orang-orang Islam di sana (Israel),” tandas Isran.
“Kalau kita bersahabat, maka nilai kita beda dengan musuh,” yakinnya.
Dalam posisi tidak ada hubungan diplomatik, maka Israel kata Isran, pasti tidak akan menggubris saran Indonesia untuk memerdekakan
Palestina. Sebaliknya, ketika Indonesia dan Israel bersahabat akan terbuka kemungkinan mereka mendengarkan saran damai itu.
“Paling tidak, namanya teman, suara teman itu didengarkan,” ucapnya.
Itu mimpi Isran Noor jika dia bisa maju dan terpilih menjadi Presiden Indonesia. Tapi yang pasti pintu partainya sudah terkunci untuk Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta.
Sementara partai lain sudah punya jago masing-masing. Yang pasti, hubungan diplomatik penuh itu belum pernah ada sejak Indonesia merdeka.
Pasalnya, dalam pembukaan UUD 1945 secara tegas Indonesia menolak adanya’ penjajahan di muka bumi.
Selain itu, jajak pendapat BBC World Service pada 2013 menyatakan 70% masyarakat Indonesia menilai pengaruh negatif Israel dan hanya 30% yang melihat positif.
Melihat fakta ini, maka kemungkinan Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel menjadi semakin jauh. Kecuali ada tsunami politik yang luar biasa di Indonesia, hingga Isran Noor benar-benar duduk di singgasana RI 1.

