BERAU : Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengaku produk UMKM lokal binaan PT Berau Coal dari sisi kemasan maupun rasa, sangat berkualitas dan sangat menjanjikan prospeknya.
Hanya saja, potensi itu belum menemukan pasarnya secara lebih luas lagi.

“Pasar itu ada dua. Kita mendatangi mereka atau kita datangkan mereka ke sini. Bisnis bagaimana pun enaknya, kalau tidak dipasarkan, orang tidak akan tahu, tidak akan tertarik. Kuncinya pemasaran,” kata Akmal saat mengunjungi Rumah Kemas Batiwakkal di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Selasa (29/10/2024).
Ia menjelaskan, jika hanya berharap pasar Berau yang penduduknya sekitar 400 ribu jiwa, maka perkembangan usaha UMKM di sana tidak akan mencapai titik optimal.
Oleh karena itu, produk-produk UMKM ini harus dikirim ke luar Berau. Baik di kota-kota di Kaltim seperti Samarinda dan Balikpapan, maupun nasional seperti Jakarta dan Surabaya, bahkan ekspor ke sejumlah negara di luar negeri.
“Saya sudah coba semua, semuanya enak. Malah bukan enak, tapi enak sekali. Seperti produk cokelat Berau enak sekali. Bahkan bukan sekali, berkali-kali enaknya. Sayang barang bagus ini tidak bisa dinikmati orang di luar Berau,” tuturnya.
Menurutnya, barang bagus ini harus dipasarkan di tempat-tempat yang premium karena barang-barang bagus harus dijual di tempat pemasaran yang bagus pula.
Ia meyakini, pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah Pemkab Berau maupun komunitas-komunitas lainnya sangat bisa membantu promosi dan pemasaran produk UMKM dengan mendorong pelaksanaan berbagai acara berskala lokal, regional maupun nasional.
Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu Pemprov Kaltim telah mencoba memulai dengan menggelar Rapat Koordinasi Produk Hukum di Tanjung Redeb yang dihadiri sekitar 3.000 peserta dari seluruh Indonesia.
Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu mengatakan, Berau terbilang sudah cukup siap secara akomodasi dan lainnya. Selain itu, Berau juga memiliki destinasi-destinasi unggulan seperti Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki dan Kakaban.
“Berau punya potensi bagus, produk UMKM yang bagus dan pariwisata yang menawan. UMKM
Berau juga laris manis waktu Rakor Produk Hukum waktu itu,” bangganya.
Dalam kesempatan itu, Akmal juga menyampaikan apresiasinya kepada PT Berau Coal yang sukses membantu masyarakat dari proses pembuatan produk UMKM, manajemen hingga pemasarannya.
“Saya terima kasih kepada PT Berau Coal yang telah membantu memfasilitasi UMKM kita dari hulu sampai ke hilirnya. Perusahaan yang lain saya harap bisa mengikuti,” pungkasnya.(*)

