Samarinda – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) disebut-sebut sempat ricuh akibat razia telepon genggam terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Selasa (28/9/2021) lalu.
Bahkan dikabarkan juga, akibat dari kericuhan tersebut sejumlah fasilitas yang ada di dalam blok para WBP ikut rusak.
Berkaitan itu, Narasi.co mencoba menghubungi Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Moh Ilham Agung Setyawan terkait antisipasi berkembangnya kericuhan ke lapas-lapas lainnya, Senin (4/10/2021).
Menurut Ilham Agung, pihaknya berharap tidak terjadi kisruh terhadap lapas lainnya dan sampai sejauh ini belum ada kericuhan terjadi di tempatnya, terlebih kerusakan fasilitas.
“Alhamdulilah di Lapas Kelas IIA Samarinda sampai dengan saat ini dalam keadaan aman dan terkendali,” terang Ilham melalui pesan WhatsApp.
Diakuinya memang perbedaan pendapat antara WBP satu dan yang lain pasti pernah ada. Banyak hal sebenarnya mungkin terjadi, karena di dalam Lapas, terkadang para WBP kembali bersikap seperti anak-anak.
“Misalnya saja ada WBP sudah menyiapkan air untuk mandi, tetapi dipakai WBP lain. Hal-hal seperti itulah yang sering terjadi dan menimbulkan kericuhan,” ungkap Ilham.
Guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan di kemudian hari, Lapas Kelas IIA Samarinda memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi yakni melalui cara persuasif dan humanis.
Artinya semua itu dilakukan dari hati ke hati pada WBP. Sehingga kerusuhan atau gangguan keamanan dan tata tertib (Kamtib) lainnya dapat dicegah.
Lebih jauh, sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda dia sangat berharap agar kejadian-kejadian kericuhan seperti itu tidak sampai terjadi.
“Sampai saat ini belum pernah terjadi kericuhan fatal. Alhamdulilah, dan jangan sampai terjadi,” tutup Ilham.

