“Rumah yang terdampak dan terendam banjir ada 94 rumah dari 106 KK,” jelas Mulyadi saat dikonfirmasi pada Jumat, 2 Mei 2025.
Penulis: Martinus
“Saya berpesan kepada adik-adik mahasiswa, jaga marwah daerah, jangan sampai mencoreng dan mencemarkan nama baik Kutai Kartanegara, berprinsiplah di mana langit dijunjung, di situ bumi dipijak,” pesan Edi Damansyah.
“Aktivitas pertambangan ilegal sebenarnya tidak ada di wilayah ini. Jika ada, kami akan segera menindak tegas dengan peneguran sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.
“Kalau berkaitan dengan tupoksi kami di bidang pemerintahan, kami melakukan penguatan terhadap aparatur desa,” ujar Jeky Iskandar saat ditemui Narasi.co di Kantor Camat Kembang Janggut, Rabu, 30 April 2025.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air, khususnya di wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir. Dan melakukan pendataan,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Kembang Janggut, Aslamiah, saat ditemui Rabu, 30 April 2025.
“Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang krusial dan memerlukan penanganan yang tidak bisa parsial. Harus ada sinergi dari semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri,” ujar Rosi diamini oleh Kepala Seksi Pelayanan Umum, Aslamiah, saat ditemui media ini pada Rabu, 30 April 2025.
KUKAR : Di Desa/Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tersembunyi sebuah destinasi yang memukau dengan keindahan alamnya, yakni Pulau Layung Seribu. Didesain sebagai objek wisata terbuka, pulau ini berpadu harmonis dengan panorama memesona di Hulu Sungai Mahakam. Penataan itu menciptakan ruang yang sempurna bagi siapa pun yang ingin melepas penat, menyegarkan pikiran, dan menenangkan jiwa. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, Pulau Layung Seribu hadir sebagai oase ketenangan. Lokasinya sangat cocok untuk menjadi tempat bersantai, berkumpul bersama keluarga dan komunitas atau sekadar menikmati kopi panas ditemani lembayung senja yang menyapu langit Kukar. Di malam hari, suasananya berubah menjadi romantis dan…
KUKAR : Mayoritas warga Kembang Janggut yang terletak di pedalaman Kutai Kartanegara (Kukar) menggantungkan hidupnya pada kelapa sawit. Komoditas di sektor perkebunan ini telah menjelma menjadi kekuatan yang menggerakkan ekonomi rumah tangga hingga menopang cita-cita dalam mencapai kesejahteraan. Karena potensi ekonominya cukup tinggi, 80 persen penduduk di kecamatan yang jauh dari hiruk pikuk kota ini mengelola kelapa sawit. Sedangkan sektor lain, seperti perikanan tangkap dan budidaya ikan air tawar hanya menjadi pelengkap. “Sebagian besar masyarakat di wilayah kami memiliki lahan kelapa sawit. Mereka lebih memilih mengelola lahan perkebunan karena dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi,” ungkap Aslamiah, Kepala Seksi Pelayanan Umum…
KUKAR : Ketika geliat ekonomi desa kian menggeliat, peran pihak Kecamatan Kembang Janggut semakin strategis dalam menggerakkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) oleh warga. Hal ini tercermin dari langkah aktif Kecamatan Kembang Janggut dalam mendorong pertumbuhan UMKM sebagai ujung tombak ekonomi lokal. Upaya nyata ini dijalankan melalui pemantauan dan fasilitasi berkelanjutan terhadap UMKM di 11 desa di wilayah kecamatan tersebut. Staf Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Kembang Janggut Hasan Alwi menjelaskan bahwa pihak kecamatan tidak sekadar mengawasi, tetapi juga berperan langsung dalam mendorong aktivitas para pelaku usaha. “Kami terus melakukan monitoring para pelaku UMKM yang ada di 11 desa…
KUKAR : Pihak Kecamatan Kembang Janggut menerapkan sistem pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN) guna meningkatkan layanan publik. Langkah inovatif ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat lokal seiring dengan dorongan percepatan reformasi birokrasi. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kembang Janggut Suhartono melalui Kepala Seksi Pelayanan Umum Islamiah menjelaskan bahwa sistem PATEN ini hadir sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang lebih profesional, transparan, efektif, dan efisien. Dengan sistem tersebut, kata Aslamiah, masyarakat tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten untuk mengurus administrasi dasar. “Pelayanan ini berupa dokumen kependudukan dan…
