“Mendapatkan informasi adalah hak asasi setiap warga negara sesuai pasal 28F UUD 1945. Pelayanan publik harus berjalan secara optimal, dan saat ini masih banyak instansi pemerintah yang belum memiliki aplikasi digital terkoordinir untuk mengelola pengaduan pelayanan publik,” ungkapnya.
Penulis: Ira Nur Ajijah
“Kami dari KONI Kabupaten Kutai Timur mengucapkan terima kasih, yang pertama kepada pihak pemerintah Kutai Timur yang begitu mensupport setiap kegiatan-kegiatan olahraga. Baik yang sifatnya sarana dan prasarana,” ucapnya saat pembukaan Volley Ball Bupati Cup Open Tournament 2023, (15/11/2023).
“Program Jaga Pesisir Kita diharapkan dapat mengembalikan ekosistem bawah laut yang rusak melalui upaya rehabilitasi sehingga ekosistem bawah laut dapat kembali seperti semula dan menjadi potensi wisata pesisir yang bisa dikembangkan lebih jauh lagi guna mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut,” ucap Dony.
“Tapi sektor pertambangan yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan untuk pembangunan daerah ini, tidak masuk didalamnya. Makanya, ini menjadi pemikiran kita bersama untuk segera mencari alternatif sumber yang lain,” ujar Kasmidi Bulang, Senin (13/11/2023).
“InsyaAllah setelah berkomunikasi pada hari ini, atas masukan para juri maka apa yang saat ini belum ada bisa kita munculkan menjadi suatu program untuk menunjang digitalisasi di Kutim,” ucapnya.
“Potensi pariwisata kita (Kutim) sangat beragam dan tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Wisata apa saja ada di Kutim, seperti hutan, gunung, wisata bahari termasuk wisata budaya,” ungkap Kasmidi Bulang.
“Karena penyakitnya hari ini sakit, nanti mungkin meninggalnya 3 sampai 4 tahun ke depan, jadi kadang-kadang kita lengah,” ungkapnya.
“Dalam setiap kegiatan penyuluhan, hubungan antara pengelola dengan manajemen klinik harus ditingkatkan. Hal ini penting agar pengelola program dapat memberikan kepastian yang memadai kepada klinik-klinik swasta untuk dapat lebih aktif dalam pelaporan,” ungkap Siti Robiah.
“Pentingnya pendataan, penemuan dan pengobatan kasus TB merupakan kunci utama dalam penanganan. Jika kita ingin belajar dari penanganan COVID-19 yang memiliki satgas, pendataan, dan kebijakan yang terstruktur dengan baik, kita bisa menyelesaikan kasus TB dalam satu atau dua tahun,” tambahnya.
“TBC ternyata di Kutai Timur kasusnya banyak, makanya itu dikatakan kaya teori gurung es yang terlihat sedikit tetapi ternyata dibawahnya banyak sekali karena itu penyakit menular,” ujarnya saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan Pengembangan dan Evaluasi Distric Publik Private Mix (DPPM) TBC di Kutai Timur tahun 2023, di Hotel Royal Victoria Sangatta, Kamis (16/11/2023).
