Penulis: Ira Nur Ajijah

SAMARINDA: Puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Penggerak dan Pembaharu menggelar aksi protes di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (4/1/2024), Mahasiswa itu menyoroti maraknya praktik pertambangan ilegal di Kaltim. Aliansi yang terdiri dari PMII Samarinda, Front Aksi Mahasiswa, JAKKSA, dan Jamper, menuntut respons serius dari pemerintah dan Kepolisian Daerah Kaltim dengan moto “Jegal Tambang Sampai Tumbang”. Dalam orasinya, perwakilan aliansi mengecam lemahnya pengawasan pemerintah terhadap pertambangan ilegal dan mengkritisi UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Barubara (Minerba) yang dianggap tidak efektif. Humas Aliansi Mahasiswa Penggerak dan Pembaharu, Nazar, menyampaikan tujuan aksi mereka untuk membangkitkan komitmen Penjabat Gubernur Kaltim…

Read More