Samarinda – Provinsi Kaltim kembali mendapat 1 suntikan emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dalam cabang olahraga (cabor) handball.
Tidak hanya itu, 2 medali perunggu juga disabet oleh atlet berprestasi lainnya. Ternyata, 3 atlet penyumbang medali itu merupakan aparatur sipil negara (ASN) di bawah kewenangan Kementerian Hukum dan HAM.

Seperti halnya Rumondor Damitha Sherly, sebagai seorang ASN dia juga memiliki kemampuan di bidang olahraga. Tak ayal, aparatur di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nunukan itupun mampu memboyong medali emas dari cabor handball atau bola tangan.
Tidak hanya dari olahraga yang teknik memainkannya menggunakan tangan untuk memantulkan, melempar dan memasukan bola ke dalam gawang, ASN lainnya menyusul sumbangkan emas.
Prestasi yang diperoleh tersebut pun mendapat apreasiasi dari Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum dan HAM Kaltim/Kaltara Sofyan.
“Syukur alhamdulilah Kaltim mendapat tambahan satu medali emas di PON Papua berkat prestasi ASN Lapas II B Nunukan tersebut,” tutur Sofyan saat dikonfirmasi Narasi.co, Jumat (15/10/2021).
Menurutnya, itu merupakan suatu kebanggaan dan ke depan diharap akan ada Mita (panggilan akrab atlet tersebut) lain yang dapat kembali meraih prestasi baik.
“Bukan hanya dalam cabor handball saja tetapi juga peraihan prestasi baik lainnya,” harapnya.
Sementara, Kepala Lapas Kelas II B Nunukan Taufiq Hidayat dihubungi Narasi.co melalui telepon seluler mengatakan bahwa ASN yang telah bekerja di Lapas sejak tahun 2017 itu sebelumnya memang seorang atlet.
Bahkan nama Mita, terang Taufiq pernah masuk dalam list atlet SEA Games beberapa tahun lalu, hanya tidak jadi berangkat karena di waktu yang sama saat itu Mita memiliki jadwal tes CPNS.
Mengonfirmasi terkait kinerja Mita, Taufiq mengaku dia merupakan orang yang baik dan sangat disiplin.
“Mita ini baik dikerjaan, mungkin karena dia juga adalah atlet sehingga bawaan sikap disiplinnya terlihat. Sebab pasti berbeda yah,” ungkap Taufiq.
Kepala Lapas Kelas II B Nunukan itu juga menyebutkan, sebetulnya atlet Kaltim yang mengantongi medali bukan hanya ASN Lapas Nunukan, melainkan ada dari Lapas lainnya seperti Lapas Kelas II A Narkotika Samarinda dan Rutan Kelas II A Samarinda.
Dijelaskannya, untuk Lapas Kelas II A Narkotika Samarinda itu mengantongi medali perunggu dalam cabor Gulat dengan nama atlet Henry Hidayat Azhar dan Rutan Kelas IIA Samarinda mengantongi perunggu dalam cabor handball bernama Bima Aditya Pratama.
Kendati demikian, Taufiq berharap agar prestasi-prestasi demikian dapat menjadi acuan bagi siapapun tanpa terkecuali, dan yang telah menang dapat terus mempertahankan prestasinya.

