
SAMARINDA : Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Gerindra, Sabaruddin, menyampaikan hasil reses yang dilaksanakan di berbagai daerah pemilihan (dapil) dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Sidang I Tahun 2024 di Gedung B DPRD Kaltim, Rabu (9/11/2024).
Dalam laporannya, Sabaruddin mengungkapkan sejumlah masalah yang dihadapi masyarakat, mulai dari masalah infrastruktur hingga isu sosial dan lingkungan.
Permasalahan utama yang ditemukan adalah kurangnya infrastruktur dasar, terutama di daerah pedalaman.
Peningkatan dan pembangunan jalan, penerangan jalan umum, serta jembatan penghubung antar kabupaten/kota menjadi kebutuhan mendesak.
“Beberapa hasil kegiatan reses yang diperoleh adalah peningkatan dan pembangunan jalan serta penerangan jalan umum yang menghubungkan kabupaten/kota seperti jalan raya Samarinda-Bontang, pembangunan jembatan, pembuatan dan peningkatan trenase, serta perbaikan jalan usaha,” ujar Sabaruddin.
Selain itu, masalah kelistrikan, jaringan telekomunikasi, dan distribusi air bersih di wilayah pedalaman juga menjadi sorotan, karena banyak daerah yang masih terbatas aksesnya.
“Permasalahan jaringan telekomunikasi, internet, listrik, dan air bersih, serta normalisasi sungai dan penanggulangan bencana banjir menjadi perhatian serius dalam kegiatan reses kali ini,” tambahnya.
Sabaruddin juga mencatat adanya peningkatan masalah sosial yang terkait dengan pertumbuhan jumlah penduduk.
Di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong, permasalahan kemacetan, penimbunan sampah, dan banjir semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan wilayah.
“Setiap tahunnya, kota-kota seperti Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong mengalami peningkatan jumlah penduduk, sehingga masalah-masalah seperti kemacetan, penimbunan sampah, dan banjir akan semakin meningkat,” ujar Sabaruddin.
Di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, daerah seperti Kutai Timur, Berau, dan Paser menghadapi tantangan besar.
Sektor pertanian memerlukan perbaikan infrastruktur irigasi sawah dan distribusi pupuk, sementara sektor perikanan membutuhkan peningkatan sarana seperti kapal nelayan dan mesin perikanan.
“Kami menemukan di sektor pertanian dan perikanan, peningkatan sarana dan prasarana seperti mesin kapal nelayan dan irigasi sawah sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan,” jelas Sabaruddin.
Namun, salah satu isu besar yang dihadapi adalah penolakan masyarakat terhadap ekspansi perkebunan sawit.
Warga khawatir dengan dampak negatif perkebunan terhadap lingkungan, seperti berkurangnya debit air tanah dan kerusakan lahan akibat pembukaan lahan yang tidak terkendali.
“Terdapat penolakan warga terkait perkebunan sawit di beberapa kabupaten di Kalimantan Timur karena khawatir dampaknya terhadap lingkungan, terutama berkurangnya debit air tanah dan bencana alam yang dapat ditimbulkan,” tutur Sabaruddin.
Sektor sosial dan keagamaan juga menjadi perhatian dalam reses ini, dengan banyak masyarakat yang mengeluhkan rendahnya kualitas hidup mereka, terutama dalam hal kemiskinan dan stunting.
Banyak rumah yang tidak layak huni dan perlu renovasi agar menjadi layak dihuni.
“Masalah sosial dan keagamaan menjadi salah satu perbincangan dalam reses ini. Masyarakat berharap agar masalah kemiskinan dan stunting bisa diatasi, serta rumah tidak layak huni dapat direnovasi,” tambahnya.
Melalui reses ini, Fraksi Gerindra berharap pemerintah daerah dapat merespons masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dengan kebijakan yang tepat dan cepat.(*)

