JAKARTA: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni meminta penambahan transportasi untuk menunjang kebutuhan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXX tahun 2024.
Ia menjelaskan, selama penyelenggaraan MTQ ada 6.000 lebih kafilah dimana untuk satu unit bus besar masih membutuhkan kendaraan minibus dan juga ekstra kendaraan lain karena bus yang berukuran medium kurang memadai untuk memfasilitasi kebutuhan kafilah. Terlebih untuk melakukan penjemputan dan kedatangan di bandara yang tidak hanya orang tetapi juga barang-barang peserta kafilah.
“Kami mohon kiranya dari Kementerian Perhubungan bisa membantu kekurangan tersebut, termasuk arahan dari Koordinator Kemenko PMK, kiranya Kementerian Perhubungan sebagaimana yang sudah dilakukan di Kalsel bisa memfasilitasi untuk kebutuhan fasilitasi kafilah dengan bus yang besar,” harapnya.
Hal itu ia katakan pada Rapat Koordinasi Eselon I yang digelar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia di Ruang Rapat Taskin, lantai dasar Gedung Kemenko PMK Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2024).
Sekda mengaku, 35 bus medium sangat-sangat kurang dan yang dibutuhkan adalah bus berukuran besar, dimana jumlah 38 provinsi memang ada empat provinsi yang sifatnya observasi atau belum mengirimkan delegasi.
“Berarti paling tidak yang kita butuhkan itu adalah sejumlah 34 unit bus besar dan juga 34 unit minibus,” sebutnya.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim itu menambahkan, Pemprov Kaltim erus berbenah mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan MTQ, termasuk persiapan arena pembukaan dan penutupan MTQ di kawasan arena utama Stadion Gelora Kadrie Oening Sempaja.
“Baik itu akomodasi perhotelan di Balikpapan maupun di Samarinda, transportasi, tempat-tempat pelaksanaan cabang lomba, seminar internasional dan nasional, tempat pameran MTQ dan halal food yang akan digelar di Convention Hall dan halaman parkir Stadion GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda,” paparnya.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK RI Warsito menyampaikan ada tiga poin permasalahan yang telah dibahas bersama baik itu terkait dengan kominfo, perhubungan, PUPR dan OIKN, dimana untuk Kementerian Perhubungan kiranya bisa menambah armada bus maupun untuk penambahan penerbangan ke Kaltim.
“Untuk kesiapan bandara khususnya Bandara APT Pranoto Samarinda juga siap untuk penerbangan malam hari, termasuk kesiapan infrastruktur jalan menuju IKN semuanya sudah dipersiapkan,” tuturnya.
Ia meminta kementerian terkait yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ, termasuk panitia penyelenggara untuk terus melakukan koordinasi intensif, khususnya kepada tuan rumah Provinsi Kaltim untuk skenario-skenario yang lebih teknis dalam upaya menyukseskan penyelenggaraan MTQ Nasional XXX di Provinsi Kaltim.
Rakor dihadiri perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Kominfo, Kementerian Perhubungan, secara hybrid. Sementara Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni yang juga Ketua LPTQ Kaltim hadir didampingi Karo Kesra Setdaprov Kaltim Dasmiah.(*)

