SAMARINDA: Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang akan diselenggarakan pada November mendatang, beberapa nama tokoh mulai naik dan disebut-sebut akan maju mencalonkan diri pada kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim).
Beberapa nama tokoh yang ramai disebut diantaranya Gubernur Kaltim periode 2018-2023 Isran Noor, Ketua DPD Golkar Kaltim Rudy Mas’ud, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Bupati Kutai Timur (Kutim) periode 2003-2006 Mahyudin dan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah.
Tidak hanya nama-nama di atas, berhembus kabar bahwa Ditjen Otonomi Daerah Akmal Malik yang saat ini juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim itu akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Kaltim.
Meski demikian, Akmal mengaku tak ambil pusing dengan kabar yang beredar. Baginya, siapa saja boleh memunculkan nama – nama yang berpotensi untuk maju sebagai kepala daerah.
“Ini demokrasi, semua orang boleh melakukan apa saja sepanjang tidak melanggar hukum. Menyandingkan nama saya kan tidak melanggar hukum,” kata Akmal santai di Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Samarinda, Jumat (12/4/2024).
Yang pasti, Akmal menegaskan dirinya tidak akan maju untuk mengikuti kontestasi tersebut karena ia berkomitmen bahwa hadirnya di Kaltim sebab ditugaskan Presiden mengisi kekosongan sampai terpilihnya kepala daerah definitif.
“Karena sekali lagi, saya pegawai negeri sipil (PNS). Saya tidak mundur, saya ingin menyelesaikan sampai akhir. Kalau umur panjang, 6 tahun lagi selesai di birokrasi apalagi saya eselon IA, tertinggi,” jelasnya.
Ia mengaku banyak mendapatkan pelajaran selama menjabat di Benua Etam sejak dirinya dilantik pada Oktober tahun lalu.
“Pelajaran bagaimana jadi penyangga IKN, kepala daerahnya kompak, birokrasinya bekerja dengan bagus walau masih ada yang perlu diperbaiki, masyarakatnya tekun juga,” sebutnya.
“Terima kasih Kaltim, 6 bulan ini saya mendapat banyak pelajaran,” tambahnya.
Akmal pun kembali menegaskan, negara ini adalah negara demokrasi dan semua orang silakan saja menduga-duga.
“Biarkan saja burung terbang di udara, asalkan jangan bertai di kepala kita,” pungkasnya seraya bercanda.(*)

