PALEMBANG: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Muallimin menjelaskan bahwa pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal jika hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja. Sehingga perlu kerjasama dengan lintas sektor/program, organisasi profesi dan LSM terkait.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Workshop Jejaring Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kaltim di Hotel The Zuri, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (7/12/2023).
Jaya menjelaskan alasan pemilihan Sumatera Selatan sebagai lokasi workshop, karena sebagai Binwil Direktorat Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), sinergitas antara pusat dan daerah dalam transformasi pelayanan kesehatan.
“Dengan adanya komitmen bersama dan dukungan jejaring, lintas program dan lintas multisectoral baik dari segi manajemen, teknis, sarana prasaran fasilitas, sumber daya manusia sampai pendanaan akan menunjang tercapainya target indikator program P2PTM,” jelasnya.
Selain itu, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Setyo Budi Basuki, selaku penanggungjawab kegiatan menjelaskan bahwa 70 persen penyebab kematian adalah akibat penyakit tidak menular.
“Pada tingkat global, 70 persen penyebab kematian di dunia adalah akibat penyakit tidak menular, seperti kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Basuki, kegiatan Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para jejaring P2PTM serta berinteraksi dan kolaborasi dalam program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular serta mendapatkan pembelajaran yang baik dari Provinsi Sumatera Selatan.
Ketua Panitia, Ika Gladies, menyampaikan bahwa 42 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk organisasi profesi dan mitra strategis, mengikuti workshop ini.
Organisasi profesi seperti IDI, IBI, PPNI, PAEI, PERSAKMI, dan IAKMI, bersama mitra strategis seperti YJI, YKI, PKK, PPTI, dan PERSADIA turut serta.
“Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Rumah Sakit Mata Prov. Kaltim, Dinkes Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Puskesmas dari lingkungan Pemkab Kukar juga turut hadir,” ujar Ika. (*)

